awal aku duduk di sma tepatnya kelas 12 , aku tercengang dengan anak yang kritikus nammun berbot . saat itu kami sedang belajar pelajaran PPKN sebut saja temanku yuli yang kuceritakan ini . saat pertama kali masuk ajaran baru kelas 12 dan ditengah pembicaraan tentang perangkat kelas yuli temanku bertanya" pak kenapa sekolah ini kok fasilitasnya buruk ndak seperti sekolah lain " . guruku pun yang juga sebagai pejabat di sekolahkupun hanya mengelak , dan kenapa temanku terun bertanya kenap dan bertanya . dalam benakku gak ada kerjaan banget sih ni anak , sok kritikus . dan entah kenapa guruku pun mulai menunjukan tanda akan marah besar seolah 2 ada kejadian besar kenapa sampai begini . tak lama kemudian pembicaraan yang sekiranya ringan yang kemudian mulai memanas lama kelamaan mulai meredam karena aku yang menyuruh teman ku berhenti saja . saat pemilihan perangkat kelas pun dimulai , dan temanku yang kritikus itupun menang telak untuk menjadi ketua kelas ......
saat kelas 13 dia begitu menginspirasi , tentu dengan wawasanya yang luas
tahu kah apa yang membuatku terinspirasi oleh yuli , karena kepintaran nya yang jenius . impian2nya yang melambung seakan-akan mudah tuk diraih . dilain sisi apa aku ini , bagai kumpulan yang terasing yang tak mampu melakukan apa2 . yang ku ingat tentang cita2 nya yaitu institut teknologi sepuluh nopember yang menjadi idamannya .sedangkan aku harus kemana , masuk perguruan tinggi negri pun sudah sangat bagus dan membanggakan bagiku .
tahukah cerita kami ketika kami mulai mendaftar ke perguruan negri atau pun di institusi kedinasan lainnya . dia selalu memberikan dukungan dan motifasi bahwa aku bisa .
SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negri) fersi undangan kami tuju . namun nahas kami tidak lolos . dan seketikan UNAS pun datang dengan soal yang berbeda akupun begitu binggung bukan kepala , karna dulu sifat sebagai siswa SMA masing melakat sebagai peranku saat itu . dia selalu mengajariku fisika matematika yang tentunya aku yuli dan teman2 yang lain juga ikut belajar bersama kami . UNAS yang sesungguhnya menjadi momok bagi siswa SMA pun harus dihadapi dengan kesatria . ALLAH swt dengan belas kasih yang memberikan hasil kepada kami untuk lulus .
setelah lulus kami kembali dibuat binggung karena masih belum masuk ke perguruan tinggi . institusi kedinasan kami coba dan hasilnya nihil . dan harapan terahir dengan SNMPTN tulis , dengan belajar bagaikan murid yang tak tahu lelah dan doa yang terus mengucur kami memulai mengikuti ujian . 2 hari kami ujian tulis . dan dengan hari demi hari pula menunggu hasil . yuli telah dinyatakan ditrima di Institut teknologi sepuluh nopember sedangkan diriku dinyatakan belum ditrima di perguruan tinggi manapun . dengan motifasi yang ku dapat dulu saat belajar bersama dengan dirinya aku harus bisa , aku mendaftar di sebuah politeknik negri di malang . dan alhamdulillah saya dinyatakan diterima di prodi teknik listrik . jalan kami berbeda , dengan tujuan sama demi Indonesia , dan harga diri di mata internasional dari segi teknologi ....
terima kasih teman .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar